Anak Terlihat Jijikan? Kenali Hubungannya dengan Sensory Taktil

“Anak saya kok jijikan sekali ya?”

Tidak mau pegang pasir, langsung cuci tangan setelah bermain, atau menolak makanan dengan tekstur tertentu. Situasi seperti ini cukup sering membuat orang tua khawatir. Apakah perilaku tersebut masih wajar, atau justru menandakan adanya masalah pada perkembangan sensori anak?


Anak Jijikan, Wajar atau Perlu Diwaspadai?

Pada usia balita dan anak usia dini, perilaku jijik sebenarnya masih bisa dianggap bagian dari proses belajar. Anak sedang mengenali lingkungan dan tubuhnya sendiri. Namun, jika rasa jijik muncul berlebihan, berlangsung lama, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua perlu mulai lebih peka.


Mengenal Sensori Taktil pada Anak

Sensori taktil adalah kemampuan anak merespons rangsangan melalui indera peraba, seperti sentuhan, tekanan, suhu, dan tekstur. Sistem ini membantu anak merasa aman, mengenali benda, dan berinteraksi dengan lingkungannya.


Ketika sensori taktil berkembang dengan baik, anak biasanya dapat menerima berbagai jenis sentuhan tanpa reaksi berlebihan. Sebaliknya, jika anak terlalu sensitif, sentuhan ringan atau tekstur tertentu bisa terasa sangat tidak nyaman baginya.


Tanda Anak Memiliki Sensitivitas Taktil

Beberapa perilaku yang sering terlihat pada anak dengan sensitivitas taktil antara lain:

  • Menolak bermain dengan pasir, tanah, cat, atau bahan lengket
  • Tidak nyaman dengan jenis pakaian tertentu (terlalu kasar, berlabel, atau ketat)
  • Pilih-pilih makanan berdasarkan tekstur, bukan rasa
  • Bereaksi berlebihan saat tangannya kotor atau saat disentuh
  • Tampak gelisah atau mudah marah ketika beraktivitas yang melibatkan sentuhan

Perlu dipahami, anak dengan kondisi ini bukan sedang bersikap manja atau sengaja menghindar, tetapi benar-benar merasakan ketidaknyamanan secara sensorik.


Apa Penyebab Anak Menjadi Terlalu Jijikan?

Sensitivitas taktil dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:

  • Perkembangan sistem saraf yang belum optimal
  • Kurangnya pengalaman bermain sensori sejak dini
  • Karakter atau temperamen anak yang cenderung sensitif
  • Dalam beberapa kasus, berkaitan dengan gangguan pemrosesan sensori

Meski demikian, tidak semua anak yang terlihat jijikan otomatis mengalami gangguan sensori. Banyak anak yang seiring waktu dapat beradaptasi dengan baik.


Cara Orang tua Mendampingi Anak

Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak merasa aman dan nyaman. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Hindari memaksa anak menyentuh sesuatu yang membuatnya tidak nyaman
  • Kenalkan berbagai tekstur secara perlahan dan konsisten
  • Ajak anak bermain sensori melalui aktivitas menyenangkan seperti bermain air, beras, atau adonan
  • Validasi perasaan anak dan berikan contoh dengan sikap tenang
  • Konsultasikan ke terapis okupasi jika kesulitan mulai mengganggu keseharian anak


Kapan Perlu Mencari bantuan Profesional?

Orang tua disarankan berkonsultasi dengan tenaga profesional jika:

  • Anak sangat terbatas dalam aktivitas bermain
  • Reaksi jijik disertai tantrum yang intens
  • Kesulitan sensori mengganggu makan, berpakaian, atau aktivitas sekolah