PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MENGURANGI PERILAKU NEGATIF DAN MENINGKATKAN PERILAKU POSITIF

Pendahuluan

Perilaku merupakan aspek penting dalam perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak. Dalam lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat terapi, sering ditemukan perilaku negatif seperti ketidakpatuhan terhadap instruksi, agresivitas, kesulitan mempertahankan perhatian, berbicara tanpa giliran, serta penolakan terhadap tugas. Jika tidak ditangani secara tepat, perilaku-perilaku tersebut dapat menghambat proses pembelajaran, mengganggu hubungan sosial, dan memengaruhi kemampuan regulasi emosi anak.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah modifikasi perilaku. Pendekatan ini berlandaskan teori operant conditioning yang dikembangkan oleh B. F. Skinner, yang menyatakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh konsekuensi yang menyertainya. Dalam praktiknya, reward digunakan untuk meningkatkan frekuensi perilaku yang diharapkan, sedangkan punishment diterapkan untuk menurunkan perilaku yang tidak diinginkan. Namun, efektivitas kedua strategi ini sangat bergantung pada konsistensi, kejelasan perilaku target, serta cara penyampaiannya. Penggunaan yang tidak tepat, seperti reward tanpa tujuan jelas atau punishment yang diberikan secara emosional, dapat mengurangi keberhasilan intervensi dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis negatif pada anak.


Penerapan Reward dalam Praktik

Reward atau reinforcement bertujuan meningkatkan kemungkinan munculnya perilaku yang diharapkan. Berbagai penelitian dalam Journal of Applied Behavior Analysis menunjukkan bahwa reinforcement positif efektif meningkatkan kepatuhan, keterampilan sosial, dan penyelesaian tugas pada anak.

Langkah-Langkah Implementasi Reward

1. Menentukan perilaku target secara spesifik
Perilaku harus terukur, misalnya: duduk tenang selama 10 menit, menyelesaikan tugas, atau mengangkat tangan sebelum berbicara.

2. Memberikan reward secara langsung dan konsisten
Reward diberikan segera setelah perilaku muncul agar asosiasi menjadi kuat.

3. Menggunakan pujian verbal yang spesifik
Contoh: “Terima kasih sudah menyelesaikan tugas tanpa disuruh dua kali.”

4. Menerapkan sistem token economy
Sistem poin atau bintang yang dapat ditukar dengan aktivitas menyenangkan terbukti efektif dalam berbagai setting pendidikan dan terapi.

5. Mengutamakan reinforcement sosial
Senyuman, perhatian, dan pengakuan seringkali lebih berdampak dibanding hadiah material.

Contoh Praktik

* Di sekolah: Guru memberikan stiker setelah anak menyelesaikan tugas tepat waktu.

* Di rumah: Anak mendapat tambahan waktu bermain setelah merapikan mainan.

* Di tempat terapi: Anak memperoleh poin setiap berhasil mempertahankan kontak mata sesuai instruksi.

Pendekatan ini terbukti meningkatkan motivasi dan stabilitas perilaku positif dalam jangka panjang.


Penerapan Punishment Secara Terbatas

Punishment bertujuan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Namun penggunaannya harus selektif dan terkontrol. Kajian dalam Journal of Applied Behavior Analysis menunjukkan bahwa punishment efektif jika dikombinasikan dengan reinforcement perilaku alternatif.

Bentuk Punishment yang Disarankan

1. Time-out (penghilangan akses sementara)
Digunakan untuk perilaku agresif atau mengganggu berat.

2. Response cost
Mengurangi poin atau token akibat pelanggaran aturan.

Prinsip Penting

* Dilakukan secara konsisten dan netral (tanpa emosi berlebihan)

* Tidak menggunakan hukuman fisik

* Selalu disertai pembelajaran perilaku pengganti

Contoh: Jika anak berteriak untuk meminta sesuatu, selain diberikan konsekuensi, anak diajarkan cara meminta dengan suara yang sesuai.


Strategi Kombinasi yang Direkomendasikan

Penelitian dalam Journal of Positive Behavior Interventions menekankan bahwa manajemen perilaku efektif menempatkan reinforcement positif sebagai strategi utama, sementara punishment digunakan secara minimal. Proporsi yang disarankan adalah lebih banyak penguatan positif dibanding konsekuensi korektif.

Pendekatan ini membantu anak memahami perilaku apa yang diharapkan, bukan hanya perilaku apa yang salah.


Kesimpulan

Reward dan punishment merupakan strategi efektif dalam modifikasi perilaku apabila diterapkan secara tepat. Reinforcement positif terbukti lebih direkomendasikan karena memberikan dampak jangka panjang yang lebih stabil dan minim efek samping. Punishment dapat digunakan secara terbatas untuk mengurangi perilaku yang membahayakan, namun harus disertai penguatan perilaku alternatif. Pendekatan yang konsisten, spesifik, dan terstruktur menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan perilaku positif dan menurunkan perilaku negatif.